Sabtu, 05 Juni 2010

02 maret 2010

1 . Pembelajaran Sosiologi Hukum Ditinjau dari Ilmu Hukum dan Sosiologi

Dalam mempelajari sosiologi hukum, pertama-tama harus mengetahui kaitan antara ilmu hukum dan sosiologi. Ilmu hukum pada dasarnya mengikuti aturan hukum yang berdasar dari pendekatan normatif (Normative Approach). Pendekatan normatif adalah hukum itu mengikuti undang-undang atau peraturan-peraturan yang telah dikodifikasi (Law In the Books). Jadi berdasarkan pendekatan normatif, hukum itulah yang seharusnya berjalan di masyarakat, mengatur kehidupan dalam masyarakat (Law as “IT OUGHT TO BE”). Sedangkan sosiologi dalam mempelajari hukum menggunakan pendekatan empiris (empirical approach) yang maksudnya hukum berdasarkan perbuatan atau tindakan yang ada di dalam masyarakat (Law in Action). Maka, hukum itu sebagaimana yang berlaku dalam masyarakat (Law as “IT IS”). Gabungan dari kedua pendekatan inilah yang akhirnya melahirkan Sosiologi Hukum. Sosiologi hukum ini mengkaji Law as “IT OUGHT TO BE” dan Law as “IT IS”, misalnya peraturan penggunaan jalur busway hanya untuk busway saja, tetapi dalam kenyataannya masih banyak kendaraan selain busway yang menggunakan jalur tersebut. Dalam hal ini lah salah satu hal yang dikaji dalam sosiologi hukum.

2. Pengelompokkan Ilmu Berdasarkan Pendekatan Empiris
Ilmu yang ditinjau dari pendekatan empiris dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
Ilmu Teoretis, yaitu ilmu yang mengkaji tentang suatu kejadian-kejadian alam yang dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran. Contoh : fisika
Ilmu Praktis, yaitu ilmu yang diterapkan dalam pergaulan di masyarakat. Contoh : etika

Perbedaan antara Ilmu Teoretis dan Ilmu Praktis antara lain :
Perbedaan
Ilmu Teoretis
Ilmu Praktis
Sifat

Kausalitas, imputansi
Normologis, kausalitas
Tujuan
Sekadar menambah pengetahuan
Menawarkan penyelesaian atas suatu problema konkret
Penggunaan produk


Tidak digunakan sendiri, tetapi diserahkan kepada ilmu lain
Merupakan tawaran penyelesaian langsung atas suatu problema konkret
Kerja sama dengan ilmu lain

Cenderung tidak dilakukan
Menjadi keharusan
Kandungan seni

Ada
Tidak
Contoh
Ilmu-ilmu formal, ilmu-ilmu empiris, dll
Ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu komunikasi, dll

Ilmu teoretis dibagi lagi menjadi 2, yaitu ilmu formal dan ilmu empiris. Dibawah ini adalah beberapa perbedaan antara ilmu formal dan ilmu empiris :
Perbedaan
Ilmu Formal
Ilmu Empiris
Hal yang diselidiki

Sistem penalaran dan perhitungan
Gejala faktual
Pendekatan kebenaran

Terkait sesuatu yang formal
Terkait sesuatu yang material
Pengetahuan yang dihasilkan

Apriori / koherensi
Aposteriori / korespondensi
Contoh
Logika matematika, teori sistem
Ilmu – ilmu alam (natuurwissenschaften), ilmu – ilmu kemanusiaan (geistesswissenschaften)
Catatan :
Apriori/koherensi adalah pernyataan benar sesuai dengan kenyataan
Aposteriori/korespondensi adalah pernyataan yang harus dibuktikan secara faktual

Perbedaan Ilmu Alam dan Ilmu Kemanusiaan yaitu :
Perbedaan
Ilmu Alam
Ilmu Kemanusiaan
Hal yang diselidiki
Gejala faktual berupa realitas fisik alam semesta
Gejala faktual berupa kompleksitas manusia secara keseluruhan
Cara kerja

Menerangkan
Memahami
Metode penelitian

Kuantitatif
Kualitatif dan kuantitatif
Tingkat objektivitas

Menuntut sangat tinggi
Tidak menuntut tinggi
Reaksi terhadap eksperimen
Dapat berulang-ulang dengan reaksi spesifik yang sama
Kondisi eskperimen yang pasti berbeda, jadi reaksi berbeda
Contoh
Biologi, ontomologi, fisika, kimia, dll
Antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, dll




3. FAKTA SOSIAL DAN TINDAKAN SOSIAL

Fakta Sosial / sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta sosial. Fakta-fakta sosial seperti cara bertindak, berpikir, dan, berperasaan yang semuanya dikendalikan dan dipaksakan oleh kekuatan memaksa eksternal (diluar) diri individu.
Fakta sosial dapat juga dikatakan berbuat karena dipengaruhi, sedangkan tindakan sosial itu berbuat karena mempengaruhi.
Sosiologi itu menjadi perhatian ketika:
  • Sosiologi menjadi menarik untuk dikaji apabila terjadi ganggguan terhadap kohesi sosial.
  • Gangguan terjadi karena masyarakat itu berproses (social processes).
  • Proses sosial terjadi karena ada interaksi sosial.
  • Adanya interaksi sosial, Interaksi sosial terjadi karena:
-Adanya kontak sosial (social contact)
-Adanya komunikasi (communication)

Proses sosial atau interaksi sosial dapat dilakukan
*Orang dengan Orang
*Orang dengan Kelompok
*Kelompok dengan Kelompok

jadi, dalam berinteraksi di masyarakat tergantung anda, apakah anda akan menjadi pelaku fakta sosial, atau pelaku tindakan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar